Pada tanggal 3-4 Desember 2019 Codedojo Asia bersama dengan Webmedia Center mendapat undangan dari dinas KOMINFO (Komunikasi dan Informatika) kota Binjai untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat kota Binjai terkait pengenalan dan pengembangan bisnis berbasis inovasi digital. Pemerintah kota Binjai menyadari akan kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat khususnya generasi muda mereka terhadap industri digital khususnya inovasi bisnis. Hal ini guna mewujudkan rencana dari pemerintah kota Binjai yang ingin mengoptimalkan teknologi digital dalam berbagai aktifitas baik pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

Webmedia center yang telah memiliki berbagai pengalaman terkait pendidikan tidak formal dibidang teknologi digital, hal ini dianggap sebagai alasan Webmedia Center menjadi partner yang tepat untuk kegiatan ini. Begitupun Codedojo Asia, dengan pengalaman dalam membangun produk startup, pelatihan pengembangan startup dari berbagai program terbaik di Indonesia, serta memiliki komitmen terhadap pertumbuhan ekosistem startup, menjadi alasan kami terlibat dalam projek ini. Dimana masing-masing pengalaman dan pengetahuan berhasil dipadukan guna mengembangkan sebuah kurikulum yang tepat.

Pada hari itu acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat kota Binjai, dari mulai generasi muda dan mereka yang usianya lebih dewasa. Secara umum mereka berlatar belakang komunitas bisnis, mahasiswa, pelajar, wirausaha, LSM, hingga tenaga pendidik di sekolah. Secara umum mereka sudah memiliki pemahaman terhadap industri digital yang berkembang saat ini, namun sebagian besar tidak pernah memiliki pengalaman membangun bisnis berbasis inovasi sebelumnya. berbagai jenis latar belakang ini sepertinya dipilih agar pengetahuan yang diberikan dapat disebarkan secara merata nantinya.

Secara umum materi pelatihan ini adalah penggabungan metodologi Lean Startup dan metodologi "customer development" karya Steve Blank, penulis dari "The four steps to the epiphany" dan "The startup's owner manual". Tentunya materi yang diberikan sangat terbatas dikarenakan waktu pelatihan hanya 2 hari, dimana target utama dari pelatihan ini peserta dapat membuat sebuah ide bisnis dengan metode yang seharusnya. Berikut adalah silabus dari program tersebut :

1. Introduction

Tahap ini peserta akan diberikan gambaran terkait apa itu terminologi startup, bagaimana kriteria bisnis inovasi/startup, dan contoh-contoh bisnis yang ada saat ini.

2. Ideation

Pada tahap ini peserta akan mempelajari tentang proses pengembangan ide bisnis, prakteknya adalah mereka membuat ide bisnis yang akan mereka eksekusi diakhir pelatihan.

3. Customer Development

Di tahap ini peserta akan diajarkan untuk memahami calon pelanggan mereka untuk memvalidasi ide yang mereka miliki, tahap ini juga dikenalkan dengan alat bantu seperti "VPC", "Experiment Board", dan sebagainya.

4. Customer Validation

Setelah memvalidasi ide bisnis dan mengenal pelanggan mereka, kini mereka kembali harus memvalidasi solusi yang mereka miliki, proses ini dilakukan dengan berbagai cara yang paling mendekati skenario validasi sebenarnya.

5. Pitch deck

Diakhir tidak lupa mereka diberikan pengenalan terhadap proses "pitching" dan bagaimana membuat materi presentasi ide bisnis mereka. Dimana diakhir program diadakan kompetisi untuk menilai pitch deck terbaik dan dokumen pendukung lainnya.

wokshop startup medan

Secara singkat pelatihan tersebut mencakup 5 hal tersebut diatas, hasilnya peran aktif peserta begitu tinggi, dan dari hasil diskusi, mereka merasa pemahaman terhadap bisnis inovasi semakin baik, dan metode yang diberikan dianggap tepat dan sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi saat ini. Namun program ini tentunya tidak bisa dikatakan sempurna, beberapa peserta mempertanyakan langkah selanjutnya yang akan dilakukan setelah program tersebut kepada para panitia.

Pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan umum yang ditanyakan peserta setelah selesai dari program pelatihan, pertanyaan ini kami anggap wajar, karena memang kebanyakan program pelatihan tidak berhasil menghasil produk-produk yang berkualitas karena terdapat jurang yang besar dari tujuan utama yaitu produk-produk berkualitas.

Menurut kami hal paling penting dari program ini adalah memastikan dan mendampingi peserta ketika melakukan ekseskusi. Pada akhirnya hal paling utama dalam bisnis inovasi adalah eksekusi dan rangkaian eksperimen guna menciptakan produk yang disukai pelanggan. Tidak peduli seberapa banyak pemahaman yang dimiliki, tanpa eksekusi tidak akan berguna. Semoga dalam pelatihan berikutnya akan dilakukan perbaikan yang lebih baik lagi.

Jika anda merupakan pemerintah kota/daerah, universitas, LSM dan sebagainya yang ingin mengadakan pelatihan terkait pengembang bisnis berbasi teknologi digital dan inovasi?** bisa berdiskusi dengan tim kami.**